![]()
Dunia fotografi telah berubah sejak adanya kamera digital. Jika dulu banyak yang meragukan kemampuan fotografi digital, terutama dalam hal kualitas foto profesional. Namun.. kini keraguan itu terjawab sudah. Para produsen kamera foto digital terus melakuan inovasi dan pembaruan untuk menghadirkan produk yang mampu menghasilkan kualitas superior dan kecepatan tinggi. Belum lama ini perusahaan Canon dan Sony meluncurkan generasi terbaru dari kamera digital untuk profesional tipe DSLR (digital single lens reflex). DSLR dari Canon adalah Canon EOS 1Ds Mark III. Ini adalah kamera DSLR full frame yang mengusung sensor 35 mm, 21.1 megapixel untuk menghasilkan gambar kualitas superior dengan resolusi tinggi.
“Kebutuhan fotografer profesional akan foto berkualitas tinggi untuk dicetak dalam ukuran besar bahkan setelah melalui proses cropping dengan tetap mempertahankan mobilitas dan fleksibilitas terjawab sudah dengan hadirnya Canon EOS 1Ds Mark III,” kata Merry Harun, Direktur Canon Division PT Datascrip tentang produk yang diluncurkan awal November lalu. Dia menjelaskan, kamera Canon ini dilengkapi dengan teknologi terdepan seperti 21.1 megapixel CMOS sensor, 14-bit analog-digital (A/D) conversion, prosesor DIGIC III , sistem high precision auto focus, dan sistem pembersih EOS terintegrasi. Dengan teknologi ini fotografer dapat melakukan pemotretan dengan lebih jernih, dan dengan tingkat gangguan (noise) lebih rendah.
Misalnya, untuk situasi yang membutuhkan ISO tinggi dan long exposure shot, seperti kondisi pencahayaan yang rendah dan landscape image, maka prosesor dual DIGIC III akan bertugas untuk menghasilkan foto yang tajam dengan warna yang natural. Lebih mudah lagi karena kamera ini dapat dioperasikan mulai dari ISO 100 hingga ISO 1600 dan opsional penambahan ISO 3200. Kamera ini juga dilengkapi dengan mode silent shooting yang berfungsi meminimalisasi bunyi shutter saat memotret sehingga fotografer dapat mengambil gambar, seperti di dalam ruang pertunjukan tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan disekitarnya.
Kekuatan lain dari pada kamera Canon EOS 1 Ds Mark III ini adalah kemampuan memotret dengan kecepatan 5 frame per second (fps) hingga 56 fps dalam bentuk JEPG atau 12 fps dalam bentuk RAW. Bahkan hasil bidikan juga dapat dikonfersikan ke bentuk TIFF images.
Alat ini juga dilengkapi Wireless File Transmitter (WFT-E2) yang dapat menambah kecepatan transfer foto nirkabel sehingga para fotografer dapat langsung mengirim hasil bidikan ke workstation terdekat untuk dilihat dan dapat mengedit secara cepat.
Sony a 700
Pada waktu yang hampir bersamaan Sony juga meluncurkan kamera DSLR terbaru a 700 (baca alfa 700, Red) yang merupakan lanjutan dari a100.
“Setelah sukses dengan a100, Sony kembali melangkah maju dengan menghadirkan kamera D-SLR terbarunya a 700. Kamera ini memberikan penggunanya keahlian digital imaging terkini yang dimiliki Sony,” kata Henry William Winata, Product Marketing Personal Imaging PT Sony Indonesia .
Kamera a 700 ini adalah kamera dengan sensor 12.24-Megapixel Exmor yang dilengkapi prosesor gambar Bionz yang telah ditingkatkan kemampuannya. Prosesor Bionz pada kamera a 700 dapat menyaring noise secara lebih lanjut sebelum data di-convert menjadi RAW, sehingga gambar lebih kaya dalam detil, kontras dan warna, tanpa mengorbankan response time kamera yang cepat.
Fitur baru pada kamera ini adalah Advance mode yang menawarkan lima tingkat pengaturan untuk mengoptimalkan control. Fitur D-Range Optimiser untuk merekam gambar pada tiga tingkatan optimalisasi yang berbeda dan memungkinkan penggunanya secara mudah memilih gambar yang terbaik. Selain itu countinuous shooting yang dimiliki kamera ini sudah mampu mengambil gambar secara terus menerus sebanyak lima fps.
Teknologi terkini lain yang menjadi andalan a 700 Sony adalah sistem sensor center dual cross 11-point AF, dan full-resolution yang sangat cepat. Untuk melengkapi sistem sensor centre dual cross, sebuah sensor baru telah ditanamkan untuk meningkatkan ketepatan fokus pada saat mengambil gambar. Selain itu kamera ini masih dilengkapi dengan sistem stabilisasi gambar Super Steadyshot yang sudah terintegrasi untuk mencegah blur yang disebabkan getaran kamera.
Pada dasarnya kedua kamera DSLR ini memang ditujukan untuk pengguna yang telah mahir dan membutuhkan foto berkualitas tinggi, dengan mobilitas dan fleksibilitas yang mumpuni. Hal itu dijawab dengan hadirnya teknologi CMOS. Sama seperti Canon, Sony juga punya Sony Exmor CMOS 12.24 megapixel dengan A/D conversion chip dan circuit dual noise-cansel untuk memastikan gambar yang dihasilkan bersih dan bergangguan rendah, bahkan pada saat pengaturan sensitivitas setinggi ISO 3200. Selain itu kedua kamera ini memiliki range ISO mulai 100 hingga 3200. Hanya a 700 Sony bisa diperbesar hingga mencapai ISO 6400.
Selain itu kedua kamera ini dirancang untuk menghadapi musuh kamera yakni debu dengan adanya sistem pembersih terintegrasi. Canon mempersenjatai EOS 1Ds Mark III dengan EOS Integrated Cleaning System, built-in ultrasonic vibration self-cleaning untuk mengeliminasi partikel debu. Bahkan untuk lebih melindungi, waktu start-up dibuat sangat pendek hanya 0,2 detik dengan shutter release lag-time 5 Sms.
Sedang Sony mempersenjatai a 700 dengan dua cara. Pertama adanya lapisan anti debu pada low pass filter untuk mencegah terbentuknya listrik statis dan dengan fungsi getaran pada sensor mengguncang debut agar tidak menempel pada keadaan kamera mati. Selain itu bodi a700 terbuat dari bahan magnesium alloy dengan tombol-tombol yang dilindungi gasket dan karet pelindung. Mana yang paling baik ? Semua kembali pada kebutuhan kreativitas dan pilihan para fotografer.
Sumber http://www.suarapembaruan.com/last/index.html