![]()
Sebuah foto dengan komposisi yang menarik. Fotografernya amat jeli memotret seorang anak yang sedang.. kepanasan di Alabama, Amerika Serikat, lalu disemprot dengan semprotan besar berisi air dingin di taman kota tersebut.
Bagi seorang fotografer yang ingin mendapatkan foto sempurna, ia tidak cukup hanya mengetahui berbagai fitur yang ada di kamera dan cara menggunakan, tetapi juga harus mampu mengatur dan mengarahkan gaya orang yang dipotret, sehingga komposisi gambar benar-benar menarik seperti yang diinginkan.
Tugas mengatur dan mengarahkan gaya ini sangat penting, karena jika subjek yang akan dipotret tidak diatur dan diarahkan, dikhawatirkan foto yang dihasilkan tidak sempurna. Misalnya ada salah satu orang yang terlihat di dalam gambar, bagian tangannya terpotong.
Keluhan ketidakpuasan hasil pemotretan sering kita dengar dengan adanya komentar seperti “Gambar ini sebenarnya baik, tetapi komposisinya berantakan karena tidak di atur dan diarahkan ketika akan dilakukan pemotretan.”
Jika fotografer amatir atau pehobi tidak terlalu memperhatikan dan menjalankan tugas tambahan mengarahkan gaya subjek pemotretan, sebaliknya di kalangan fotografer profesional sangat memperhatikan hal tersebut. Hal ini sangat beralasan, karena jika foto yang dihasilkan komposisinya tidak sempurna, bisa jadi tidak hanya komplain kekecewaan yang dilayangkan kepada fotografer, tetapi subjek akan kapok menggunakan jasanya kembali ketika suatu saat ingin mengadakan pemotretan lagi.
Kalau sudah demikian, reputasi si fotografer pun akan hancur, dan perlu waktu lama serta strategi promosi yang intensif untuk memulihkan kredibilitas dirinya sebagai fotografer profesional.
“Untuk menghindari adanya komplain dan kekecewaan subjek yang dipotret, seorang fotografer harus bekerja paripurna. Artinya, selain bisa memotret dengan baik, juga harus mampu menjadi pengarah gaya” kata fotografer ibukota yang penulis temui di sebuah pameran fotografi.
Menurut fotografer yang sering memotret model itu, seorang fotografer dalam bekerja tidak berbeda jauh dengan seorang sutradara dalam pembuatan film, hanya cara kerja dan memberikan instruksi yang berbeda.
“Untuk menghasilkan gambar yang baik saat syuting dilakukan, seorang sutradara harus mengatur dan mengarahkan kamera dan bintang film. Kapan saatnya action dan cut dilakukan. Nah, seorang fotografer pun pada dasarnya melakukan hal yang sama, yakni mengatur dan mengarahkan gaya orang yang akan dipotret. Hanya saja instruksinya tidak seperti sutradara, tetapi lebih pada pendekatan pribadi,” tuturnya memberikan tips.
Masalah mengatur dan mengarahkan gaya ini memang sangat penting, karena hanya si fotografer yang tahu persis apakah gambar yang akan dihasilkan baik atau jelek. Penilaian ini bisa dilakukan ketika sedang mengintip subjek pada lubang pemotretan. Kalau saat mata mengintip di lubang bidik kamera, ternyata gambar yang dihasilkan jelek, tentu ia harus mengatur dan mengarahkan subjek yang akan dipotret, agar hasil pemotretannya benar-benar sempurna.
Untuk itu, ketika fotografer melihat ada ketidaknyamanan dan keharmonisan dalam komposisi subjek yang akan dipotret, jangan segan-segan untuk mengaturnya. Misalnya dengan mengatakan, “Tolong yang badannya lebih tinggi bisa mengambil posisi di belakang, agar temannya yang lebih pendek bisa tetap terlihat di dalam gambar.”
Kata-kata yang disampaikan tersebut sangat wajar dan bahkan menjadi keharusan bagi setiap fotografer. Kalau tidak gambar-gambar yang dihasilkan bisa jelek dan berantakan.
Aturan Main
Walaupun mengarahkan gaya orang yang akan dipotret sangat penting, namun dalam pelaksanaannya bisa dikatakan gampang-gampang susah. Hal ini terutama banyak dialami fotografer amatir atau pehobi fotografi.
Mengatur dan mengarahkan subjek pemotretan bisa dikatakan gampang, kalau si fotografer sudah mengenal baik orang yang akan dipotret. Tetapi, jika orang yang minta dipotret belum dikenal, apalagi usianya lebih tua dan mempunyai kedudukan di masyarakat, besar kemungkinan si fotografer akan serba kikuk dan salah tingkah, sehingga tidak berani mengatur dan mengarahkan si subjek. Kalau sudah demikian, maka risiko di dalam pemotretan sangat besar, terutama jika hasil pemotretan banyak yang tidak sempurna.
Untuk mengatasi kesulitan di dalam mengatur dan mengarahkan subjek pemotretan, berikut dipaparkan beberapa tips yang bisa diikuti:
Pertama, ketahui tujuan pemotretan. Apakah memotret acara pesta perkawinan keluarga, ulang tahun anak sekolah, acara seremonial di kantor/perusahaan dan sebagainya.
Dengan diketahuinya tujuan pemotretan, tentu akan sangat memudahkan bagi si fotografer dalam menyiapkan segala sesuatunya. Misalnya peralatan kamera apa saja yang akan dibawa, busana apa yang cocok dikenakan saat pemotretan dan sebagainya.
Kedua, ketahui siapa yang akan dipotret. Apakah orangnya sudah dikenal atau belum? Apakah dari kalangan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat atau masyarakat biasa.
Dengan mengetahui siapa orang yang akan dipotret, akan memudahkan bagi si fotografer dalam menyesuaikan diri, baik dalam cara berpakaian, bertutur kata maupun hal-hal lainnya.
Pemahaman tentang subjek yang akan dipotret ini sangat penting untuk menciptakan kenyamanan dan kerjasama yang baik antara fotografer dan subjek pemotretan, sehingga pemotretan bisa berlangsung dengan lancar.
Ketiga, menjaga etika. Siapapun orang yang dipotret, fotografer harus selalu menjaga etika dan bersikap sopan, terlebih lagi jika yang dipotret adalah orangtua, publik figur dan lainnya.
Etika dan sopan santun sangat penting dijaga, agar ketika mengatur dan mengarahkan, si subjek pemotretan tidak merasa tersinggung dan terganggu. Untuk itu, selain kata-kata seperti : “Ma’af, tolong dan terima kasih,” harus dipraktekkan di lapangan, juga harus didukung dengan perilaku dan perbuatan yang sopan.
Melalui pengaturan dan pengarahan yang tepat, diharapkan klien yang minta dipotret selain benar-benar ditangani secara profesional, juga didukung dengan hasil karya berkualitas, sehingga klien benar-benar puas. Kepuasan pelayanan dan kualitas hasil itulah yang harus selalu dijaga dan diberikan oleh setiap fotografer.
Sumber : www.suarapembaruan.com/News/